RAPAT KERJA 2012

Peserta Rapat Kerja Ketua, Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Papua dan Papua Barat, se-wilayah Pengadilan Tinggi Agama Jayapura.
Sebagai terobosan di awal tahun 2012, pengadilan tinggi agama jayapura melaksanakan Rapat Kerja dengan pengadilan agama se-wilayah hukum Pengadilan tinggi agama jayapura yang diselenggarakan di merauke dari tanggal 25 s.d 27 januari 2012.rapat kerja yang diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, dan Panitera Sekretaris dari13 satuan kerja pengadilan agama serta Ketua, Wakil Ketua, Panitera Sekretaris, dan Hakim tinggi dari PengadilanTinggi Agama Jayapuara, yang resmi oleh Dirketur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Drs.H.Wahyu Widiayana, MA.

Sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura dan Bupati Kabupaten Merauke.
Ketua Pengadilan tinggi Agama Jayapura Drs.H.Abdurrahman HAR, SH dalam sambutannya menyampaikan “Pelaksanaan Rapat Kerja ini bertujuan sebagai Evaluasi terhadap pelaksanaan Program Kerja di tahun 2011 baik dalam hal yang bersentuhan langsung dengan bidang yudisial maupun non yudisial, sekaligus momentum ini menjadi ajang perencanaan program kegiatan di tahun 2012. Sepanjang tahun 2011 tentu saja banyak hal yang perlu menjadi bahan evaluasi, baik ditingkat satuan kerja di daerah maupun ditingkat banding khususnya temuan-temuan hasil pengawsan Tim Pengdilan tinggi Agama Jayapura selama melakukan pengawasan didaerah.
Selanjutnya sambutan Perwakilan Bupati Merauke Sunaryo, S.Sos mengawali dengan mengemukakan sejarah kota merauke. Beliau menyampaikan bahwa kata “ Merauke ‘ beasal dari akar kata “ anima” dan “marokehe”. Anima berarti manusia sejati sedangkan marokehe ( maro berarti kali besar, kehe berarti ini ).
Sambutan terakhir dari Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Drs.H.Wahyu Widiana, MA sekaligus membuka secara langsung kegiatan Raker. Dalam sambutannya menyapaikan “Beliau sangat terkesan keberadaan di Kota Merauke sebab di awal tahun 2012 mendapat kado yang teramat spesial selaku aparat Peradilan Agama maupun selaku insan pribadi.
Penghujung sambutan, beliau berpesan kepada seluruh peserta Raker kiranya setiap perkara dapat ditangani secara serius, terselesaikan dengan baik dan jika perlu jangan sampai ada perkara yang masuk ke pengadilan diupayakan untuk Peroses Mediasi, menjadi jalan akhir penyelesaian suatu perkara jika mesti masuk dalam tahap penyelesaian perkara di peradilan.

Sambutan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Kado selanjutnya yang beliau terima di penghujung masa kedinasan beliau selaku petinggi nomor satu di Badan Peradilan Mahkamah Agung RI adalah undangan Ketua Pengadilan tinggi Agama Jayapura untuk mengadiri dan membuka pelaksanaan Rapat Kerja Pengadilan Tingggi Agama Jayapura dengan Pengadilan Agama Se-Papua dan Papua Barat di Merauke. Undangan ini terasa special oleh beliau dikarenakan hingga di penghujung kedinasan belum pernah menginjakkkan kaki di tanah Merauke.

















